Senin, Agustus 18

Hati - Hati, Google Selalu Mengawasi Kita


Kamu Penggemar Buku Lang Leav dan Amari Soul? Cek buku terbarunya (Popular Book) "Memories" by Lang Leav, Love and Misadventure by Lang Leav (English Version), Reflections Of A Man by Mr. Amari Soul
loading...
Artikel Penting | Catatan Pengalaman | Tulisan Bebas. Selamat pagi Sobat yang baik, perkenalkan saya penulis blog ini (ya iyalah). Zaman sekarang sepertinya sudah hampir tidak ada lagi yang namanya privasi. Kalau beberapa waktu lalu kita sempat dipanaskan dengan isu mata-mata Australia ke Pak SBY, sekarang saya kira kita harus lebih melihat lebih detil bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Maksud saya, paling tidak kita punya gambaran sedikit bagaimana pencurian data/privasi tersebut sebenarnya bisa terjadi. Terjadi dimana saja dan kapan saja, tetapi kembali ke sikap masing-masing individu terhadap keterbukaan informasinya.

Jauh sebelum isu spy australia, pernah juga kita mendengar berita tentang Facebook, yang diam-diam menjual data pribadi akun-akunnya ke pihak ketiga. Sampai saat ini saya belum menemukan kepastian apakah itu benar-benar terjadi. Yang jelas data kita sudah bertebaran di internet melalui Facebook bahkan bila kita menghapus akun/delete account facebook kita (data tidak benar2 di hapus oleh facebook) dan tentunya berpotensi untuk dicuri bila sang pencuri mau. Kembali ke pilihan individu masing-masing, mau memilih hidup tanpa social media dengan menutup rapat-rapat informasi pribadi dan menjadi seperti "Kuper" kurang pergaulan, atau hidup bertaburan informasi sampai bisa dibilang information overload namun rentan terhadap pelanggaran privasi.

Kalangan cracker semakin hari semakin getol masalah curi-mencuri data. Dari berita terkini yang saya baca, pencurian data kini bisa dilakuka melalui hardware stick USB yang seyogianya adalah peranti keras. Disebutkan bahwa firmware atau program dasar Stick USB bisa dimodifikasi sedemikian, sehingga bisa dimasukkan program kecil yang memiliki fungsi untuk meretas dan mencuri data. Metode ini diyakini nyaris tidak dapat dideteksi. (baca: Metode Peretas Terbaru Manipulasi USB)

Kalau sobat masih merasa nyaman dengan privasi sobat, dan dari penjelasan saya di atas kurang begitu memberikan keyakinan tentang apa itu privasi, sobat bisa mengikuti bahasan yang satu ini bagaimana Google Selalu Mengawasi Kemana Saja Kita Pergi, melalui piranti smartphone yang selalu kita bawa kemana-mana. Bagaimana ini bisa terjadi dan apa dampaknya bagi kita?

Pertama-tama, kita perlu mengamati, bagi pengguna smartphone Android, tentu ketika hendak mendownload di App Store, kita diwajibkan untuk mengisi email akun google. Dari sanalah awal mula data kita di hubungkan dan disimpan. Untuk membuktikannya, silakan sobat masuk ke Link Google Location History (https://maps.google.com/locationhistory/b/0), lalu log in dengan menggunakan akun google di smartphone Sobat.
Screenshoot: Riwayat Lokasi Setiap Hari (17 Agustus 2014)
Kalau bagi saya, data record di atas bisa memiliki 2 kemungkinan, positif dan negatif. Negatifnya tentu sang pemilik di belakangnya dengan leluasa mengamati pergerakan kita setiap hari. Dan dari akal sehat saya, walau fitur track location ini bisa di matikan melalui opsi: Google maps > settings > Location history > Do not store, di smartphone kita, apakah sobat yakin opsi Do Not Store tersebut benar-benar di matikan? saya rasa tidak. Kalau saya pemilik Google, saya akan menyimpannya secara tersembunyi, namun tidak ditampilkan kepada user yang telah mematikan fitur do not store.
Lalu sisi positifnya? sisi positifnya tentu kita dapat menemukan smartphone yang telah dicuri. Hanya dengan membuka link di atas tadi, lalu login dengan akun google di smartphone. Semua berawal dari email.

Dari pengalaman saya, google memang memiliki fitur tak terbatas untuk menggali informasi di ruang publik. Jujurly, saya pernah (hampir sering, kepo:red) mencari data awal seseorang dari google dan viola! semuanya tersedia di google. Sekali lagi saya bilang, bahwa itu kembali ke individu yang memilih terbuka atau tertutup terhadap informasi pribadinya. Alur pencarian data seseorang biasanya saya mulai dari Nama dan Pekerjaan seseorang. Ketika saya mendapatkan data nama dan pekerjaan seseorang, maka kemungkinan besar saya akan menemukan informasi pribadinya terkait, lokasi, gender, umur, kebiasaannya, kesukaannya, dll, jika dan hanya jika seseorang tersebut aktif di social media. Dengan menambahkan kata kunci "Facebook" dibelakangnya, maka saya lebih mudah mendeteksi apakah seseorang aktif di social media atau tidak. Dari sanalah informasi tersebut berasal. Saya bisa membaca alur dan pola pikir seseorang dari posting yang pernah di post di wall facebook seseorang. Sobat pun bisa melakukannya..

Salam Hangat!

Sumber: http://junkee.com/google-maps-has-been-tracking-your-every-move-and-theres-a-website-to-prove-it/39639

Judul Artikel: Hati - Hati, Google Selalu Mengawasi Kita
Link URL : http://debrianruhut.blogspot.com/2014/08/hati-hati-google-selalu-mengawasi-kemana-anda-pergi.html
Jangan lupa untuk membagikan artikel Hati - Hati, Google Selalu Mengawasi Kita ini jika bermanfaat bagi sobat.

Debrian Ruhut says: Indonesian blogger, ten-fingers typist, pepsi hater, mommy cuisine lover, dog lover, and thank GOD a cum-lauder too :P ▬ You may share the article but don't forget to write the source link. No plagiarism please.
Next Prev Home
Pengunjung yang baik selalu memberikan Komentar. No Sara. No Spamming. Bersama, kita bangun blogger Indonesia lebih cerdas dan kreatif. Terima Kasih :)

1 komentar:

Poskan Komentar

PageRank

Free PageRank Checker
 

Debrian Ruhut Blog. © May 2009 - 2016 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner | Terms Of Service | Privacy Policy | Powered By Blogger |