Minggu, Oktober 21

Peluang Usaha Menjadi Reviewer atau Content Creator

0 komentar
Artikel Penting | Tulisan Bebas | Catatan Harian - Era keterbukaan informasi yang semakin maju saat ini membuat setiap orang menerima banyak informasi. Informasi yang banyak ini bagi sebagian orang merupakan suatu keuntungan sendiri sebagai dasar pengambilan keputusan yang penting. Beda cerita bagi masyarakat awam yang baru mengenal teknologi informasi. Lalu lintas informasi yang terlalu cepat dengan jumlah yang banyak sering membuat mereka bingung untuk memfilter informasi mana yang benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat.

Permasalahan ini secara tidak sadar pasti kita alami juga, meskipun kita sudah melek IT. Misalnya saja ketika kita mau membeli suatu produk secara online, setelah mendapatkan kandidat produk yang akan dibeli, kita terlebih dahulu memastikan bahwa testimoni pembeli sebelumnya banyak yang positif terhadap produk. Saya pribadi, selain faktor harga, elemen testimoni menempati posisi kedua hal penting yang harus di cek ketika hendak membeli suatu produk secara online.

Dari kondisi tersebut, munculah para content creator, atau content writer yang sering kita lihat di berbagai chanel youtube, blog atau social media. Kalau di youtube kita sering mendapati video dengan judul "Unboxing, bla bla", atau kalau yang dari indonesia judulnya "Anboksing", "Anbogsing", dan beberapa judul alay lainnya (pengalaman pribadi mencari judul unboxing di youtube). Kalau di blog sering kita temui blog yang membahas mengenai review produk kecantikan atau kosmetik oleh kaum hawa. Begitu juga di social media, banyak para penulis konten memasukkan unsur endorsment para artis agar testimoninya menjadi sinyal positif bagi calon pembeli untuk segera ATC (add to cart - bahasa dalam marketing online).

Bagi Sobat yang baru mulai masuk ke dalam bidang content creator/content writer ini, mungkin saya bisa bagikan dahulu tips dan triknya. Kalau dalam dunia internet marketing, para pelaku usaha menulis review atau testimoni ini sering disebut dengan Lead. Di wikipedia sendiri disebutkan mengenai lead generation yaitu:
In marketing, lead generation is the initiation of consumer interest or enquiry into products or services of a business. Leads can be created for purposes such as list building, e-newsletter list acquisition or for sales leads. The methods for generating leads typically fall under the umbrella of advertising, but may also include non-paid sources such as organic search engine results or referrals from existing customers. - Wikipedia
Cara kerja lead generator sederhananya adalah bagaimana menarik calon konsumen agar tertarik dengan suatu produk, melalui iming-iming atau media yang memikat dan menarik. Jadi aturan pertama yang harus kamu lakukan jika ingin menjadi penulis konten suatu produk adalah memilih produk yang ingin ditawarkan. Nah, perlu dipahami bahwa produk ini tidak selalu harus produk yang kita miliki sendiri ya guys. Produk disini bisa juga diartikan dengan sistem referal (mendapatkan komisi), jadi kita menawarkan produk orang lain melalui url atau link unik dengan id khusus akun kita. Kalau kita memiliki produk, maka lead itu bekerja untuk memasarkan produk kita sendiri.
Kedua, kamu harus memiliki media untuk menawarkan produk tersebut. Saya bisa list media online yang sering digunakan, yaitu Youtube (membuat video review produk), blog (menulis testimoni dan review), sosial media (direct lead, dengan posting link promosi secara langsung atau posting dengan bahasa yang mengarah pada produk tertentu).

Pengalaman saya menjadi content creator/content writer untuk suatu produk lumayan menguntungkan juga loh guys.. saya beberkan produk yang pernah saya pasarkan yaitu AirBNB. Hah? kok bisa AirBNB jadi lead produk? di akun AirBNB, kita akan ditawarkan untuk melakukan share link ke teman-teman kita. Cara kerja referal di AirBNB yaitu kita cukup mengarahkan (lead) teman untuk mendaftar melalui link khusus, sehingga kita mendapatkan komisi. Di airBNB sendiri komisinya lumayan besar yaitu $15/registrasi baru. Sejak saya menulis review artikel mengenai AirBNB ini, saya sudah mendapatkan komisi sekitar $500. Keunggulan menjadi content creator untuk lead produk adalah kita hanya perlu menulis 1 artikel yang menarik, lalu biarkan artikel tersebut bekerja untuk menghasilkan income secara tak terbatas. Enak toh? berikut ini link artikelnya:  

https://medium.com/mahasiswaonline/3-cara-mudah-booking-kamar-di-airbnb-ece3a22c17f5

Silakan Sobat mempelajari baik-baik bagaimana gaya penulisan artikel untuk tujuan lead agar pembaca tertarik untuk mendaftar. Semoga artikel ini memberikan banyak pencerahan dan manfaat serta peluang usaha baru bagi kamu yang suka menulis atau membuat konten online. Kalau ada yang kurang jelas, silakan menulis komentar pada kotak di bawah ini. Salam.


Jumat, Maret 16

10 Poin Penting Perubahan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang Jasa

4 komentar
Artikel Penting | Catatan Pengetahuan | Tulisan Bebas - Peraturan Presiden (Perpres) yang baru pengganti Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ) sebagaimana yang telah diubah keempatkalinya, telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo dengan No 16 tahun 2018 pada hari Kamis, 15 Maret 2018. Perubahan yang dilakukan sangat penting guna memperbaiki tata kelola, menurunkan permasalahan korupsi, dan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus juga meningkatkan kecepatan penyerapan anggaran. Revisi Perpres tentang Pengadaan Barang dan Jasa ini juga dimaksudkan agar belanja pemerintah yang jumlahnya cukup besar, misalnya untuk pengadaan via elektronik, mampu meningkatkan kewirausahaan yang berkelanjutan, mengembangkan industri dalam negeri, dan juga menurunkan ketimpangan.

Ketua BPD Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sumut, Tiopan Manuasa Pardede, menyebutkan dalam Perpres PBJ terbaru ini setidaknya terdapat 10 poin perubahan penting yaitu:
  • Lebih sederhana. Perpres PBJ baru itu direncanakan memiliki 15 Bab dengan 98 pasal, lebih sederhana dibandingkan Perpres 54 beserta perubahannya yang memiliki 19 Bab dengan 139 Pasal.

    Selain jumlah pasalnya yang lebih sedikit, Perpres PBJ baru juga akan menghilangkan bagian penjelasan dan menggantinya dengan penjelasan norma-norma pengadaan. Hal-hal yang bersifat prosedural, pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi akan diatur lebih lanjut dalam peraturan Kepala LKPP dan peraturan kementerian sektoral lainnya.
  • Agen Pengadaan.
    Dalam Perpres baru akan diperkenalkan agen pengadaan, yaitu perorangan, Badan Usaha atau UKPBJ (ULP) yang akan melaksanakan sebagian atau seluruh proses pengadaan barang/jasa yang dipercayakan oleh K/L/D/I.

    Mekanisme penentuan agen pengadaan dapat dilakukan melalui proses swakelola bilamana pelakananya adalah UKPBJ K/L/D/I atau melalui proses pemilhan bilamana dilakukan oleh perorangan atau badan usaha.

    Agen Pengadaan akan menjadi solusi untuk pengadaan yang bersifat kompleks atau tidak biasa dilaksakan oleh suatu satker, sementara satker tersebut tidak memiliki personil yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan proses pengadaan sendiri.

  • Swakelola tipe baru.
    Bila pada Perpres 54 Tahun 2010 beserta perubahannya dikenal 3 tipe swakelola, maka pada Perpres PBJ Baru dikenal dengan 4 tipe swakelola. Tipe keempat yang menjadi tambahan adalah Swakelola yang dilakukan oleh organisasi masyarakat seperti ICW, dan lainnya.

  • Layanan penyelesaian sengketa kontrak pengadaan.  Melihat banyaknya masalah kontrak yang tidak terselesaikan, bahkan sering berujung ke pengadilan atau arbitrase yang mahal, maka LKPP memberikan respon dengan membentuk Layanan Penyelesaian Sengketa Kontrak yang akan diatur lebih rinci didalam Perpres PBJ Baru. Layanan ini diharapkan menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah pelaksanaan kontrak sehingga tidak perlu harus diselesaikan di pengadilan.
  • Perubahan Istilah Perpres.
    PBJ Baru akan memperkenalkan istilah baru dan juga mengubah istilah lama sebagai penyesuaian dengan perkembangan dunia pengadaan. Istilah baru tersebut diantaranya adalah Lelang menjadi Tender, ULP menjadi UKPBJ, Pokja ULP menjadi Pokja Pemilihan dan K/L/D/I menjadi K/L/SKPD.

  • Otonomi BLU.
    Untuk mengatur pengadaan sendiri, Perpres PBJ Baru akan menekankan bahwa BUMN/BUMD dan BLU Penuh untuk mengatur tatacara pengadaan sendiri yang lebih sesuai dengan karakteristik lembaga.

    Fleksibilitas ini dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengadaan di BUMN/BUMD dan BLU. Namun demikian, hendaknya BUMN/BUMD dan BLU dalam menyusun tatacara pengadaannya tidak terjebak sekedar mengubah batasan pengadaan langsung dan lelang dan secara substansi tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan Perpres Pengadaan Pemerintah.

  • ULP menjadi UKPBJ.
    Istilah ULP atau Unit Layanan Pengadaan yang merupakan nama generic untuk menunjukan organisasi pengadaan di K/L/D/I akan diubah menjadi Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa.

  • Batas Pengadaan Langsung.
    Pada Perpres PBJ baru itu, batas pengadaan langsung untuk jasa konsultansi akan berubah dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta, sedangkan untuk pengadaan barang/konstruksi/jasa lainnya tetap dinilai sampai dengan Rp 200 juta.

  • Jaminan Penawaran.
    Artinya jaminan penawaran yang dihapus oleh Perpres Nomor 04 Tahun 2015, kembali akan diberlakukan khusus untuk pengadaan barang/konstruksi/jasa lainnya untuk pengadaan diatas Rp 10 miliar.

  • Jenis Kontrak.
    Jenis kontrak akan disederhanakan menjadi dua jenis pengaturan saja, yaitu untuk barang/konstruksi/jasa lainnya hanya akan diatur kontrak lumpsum, harga satuan, gabungan, terima jadi (turnkey) dan kontrak payung. Sedangkan untuk konsultansi terdiri dari kontrak keluaran (lumpsum), waktu penugasan (time base) dan Kontrak Payung.
Dengan adanya perubahan ini diharapkan proses pengadaan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagi pelaksana anggaran demi mewujudkan pembangunan negeri yang lebih baik.

Minggu, November 12

Sistem Pakar untuk Audit Pengadaan Barang Jasa (Introduction)

1 komentar
Artikel Penting | Catatan Pengalaman | Tulisan Bebas - Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence sudah merambah ke berbagai bidang. Sebagian besar implementasi AI ini mungkin lebih banyak pada bidang teknik dan aplikasi, dimana tingkat kepintaran mesin yang dimaksimalkan untuk membantu bekerja layaknya manusia. Cabang Ilmu kecerdasan buatan itu sendiri menurut Kusumadewi, 2003 dibagi menjadi beberapa kelompok bidang yaitu Sistem Pakar (Expert System), Pengelohan Bahasa Alami (Natural Language Processing), Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), Robotika dan Sistem Sensor (Robotic & Sensory Sistem), Computer Vision, Intelligent Computer-aided Instruction, dan Game Playing.
Dari semua kelompok tersebut, semua dikembangkan sesuai dengan kesesuaian penggunaannya dalam membantu pekerjaan manusia. Mesin pencari google dikembangkan menggunakan kecerdasan buatan untuk memahami pencarian keyword seseorang di kotak pencarian. Selain itu, saat ini sudah mulai berkembang CS/Customer Service 24 jam yang bekerja otomatis menjawab keluhan dan kotak masukan pengguna. CS robot ini (Botman) pada dasarnya hanya kumpulan pengetahuan yang dikumpulkan yaitu pertanyaan-pertanyaan yang biasanya ditanyakan pengguna digabungkan dengan algoritma komputer untuk mencari kata kunci yang ditanyakan dan mencocokkan dengan library tadi, sehingga bisa menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. 

Sebagai seorang pelajar, itu juga yang saya pikirkan dalam menyusun skripsi. Kalau penggunaan AI sudah banyak dibuat pada bidang teknik berupa produk robotik ataupun aplikasi-aplikasi, mengapa tidak ada yang mengembangkan dalam keilmuan yang lain? saya sendiri sejak awal kuliah sudah menjurus ke bidang akuntansi, dan auditing meski memiliki minat di bidang IT. Setelah melakukan penelurusan singkat di internet, saya kemudian tertarik untuk memperdalam salah satu cabang ilmu kecerdasan buatan yaitu Sistem Pakar. 

Sistem pakar adalah salah satu bidang teknik kecerdasan buatan yang menggabungkan pengetahuan dan penelusuran data untuk memecahkan masalah secara normal yang memerlukan keahlian manusia. Sistem pakar memungkinkan user untuk melakukan konsultasi layaknya dengan pakar manusia karena adanya database pengetahuan/kepakaran yang disimpan dalam komputer.
Model Sistem Pakar
Dari gambar di atas, Turban, membagi sistem pakar dalam dua lingkungan, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi (runtime). Lingkungan pengembangan digunakan oleh pembuat sistem pakar (Expert System builder) untuk membangun komponen dan memasukkan pengetahuan ke dalam basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh user nonpakar untuk memperoleh pengetahuan dan nasihat pakar. Lingkungan ini dapat dipisahkan setelah sistem lengkap.

Dengan penelurusan tersebut saya berusaha menggabungkan ilmu AI dalam lingkup sistem pakar dengan kegiatan auditing lebih khusus pada proses pengadaan barang jasa. Dalam penyusunan skripsi, saya melakukan tahapan pengembangan sistem dengan metode Prototyping yaitu pengembangan sistem untuk menggambarkan fungsi aplikasi secara utuh tanpa mempertimbangkan kualitas dari segi dokumentasi, kualitas program yang ditulis, dan hal pendukung lainnya. Intinya bagaimana fungsi utama aplikasi dapat terwujud terlebih dahulu. Secara rinci pengembangan sistem pakar untuk audit pengadaan barang jasa ini memerlukan komponen utama sebagai berikut:
  1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base), dapat diambil dari berbagai sumber antara lain, buku, majalah, peraturan, dan yang paling penting orang yang pakar dalam bidangnya.
  2. Mesin Inferensi (Inference Engine) merupakan lingkungan pengembangan untuk mengoperasikan sistem pakar. Dalam hal ini sistem pakar dibangun web based dengan bahasa pemgograman PHP.
  3. Basis Data (Data Base), merupakan media penyimpanan pengetahuan pakar dan inputan pengguna yang akan dilakukan analisa sesuai kepakaran sistem.
  4. Antarmuka Pemakai (User Interface), merupakan tampilan pengguna yang akan menghubungkan logika sistem, inputan pengguna dan output yang dihasilkan.
  5. Proses Akuisisi Pengetahuan, yaitu proses untuk mengakuisisi pengetahuan dari sumber-sumber yang telah dikumpulkan baik dari buku, peraturan maupun ilmu dari seorang pakar.
Komponen pendukung lainnya yang digunakan dalam pengembangan sistem pakar yaitu Workplace, Fasilitas Penjelas dan Perbaikan pengetahuan. Workplace yaitu media untuk menyimpan hasil atau output analisis dari sistem pakar. Fasilitas penjelas yaitu suatu fungsi untuk memberikan output penjelasan atas hasil analisis yang diberikan sistem pakar sehingga pengguna awam memahami alur pikir seorang pakar. Perbaikan pengetahuan digunakan untuk melakukan pembaruan terhadap ilmu yang telah dimasukkan ke dalam sistem pakar.

Pada postingan selanjutnya akan dijelaskan lebih lanjut bagaimana pengembangan sistem pakar untuk audit pengadaan barang jasa KKKS terhadap pedoman tata kerja pengelolaan rantai suplai SKK Migas dibangun, sesuai dengan skripsi saya. Bagi yang ingin melihat Aplikasi Sistem Pakar ini dapat mengunjungi alamat http://www.sistempakar.16mb.com

Terima kasih, stay uptodate...
Temukan artikel ini juga di https://medium.com/mahasiswaonline/sistem-pakar-untuk-audit-pengadaan-barang-jasa-introduction-cb50b55998a1

Rabu, Juli 26

Kursus Online: Perang Bisnis Model Di Zaman Digital

2 komentar
Artikel Penting | Catatan Pengalaman | Tulisan Bebas - Paradigma lama dalam berbisnis selalu mengutamakan sales atau penjualan. Produk adalah komoditi yang menjadi objek dalam menghasilkan uang. Dalam video pembelajaran mengenai "The Art of Startup", kita akan mempelajari banyak mengenai bisnis yang berjalan saat ini. Semua tidak melulu tentang sales/penjualan. Pola bisnis telah mulai bergeser dengan penggunaan teknologi informasi yang lebih massive. Dalam postingan ini saya akan memberikan sekelumit rangkuman materi yang sudah saya pelajari yang dapat memberikan pencerahan bagi Sobat yang ingin memulai bisnis di era milenials sekarang ini. 

Kursus yang diadakan secara gratis ini dapat Sobat akses melalui web http://www.indonesiax.co.id. Awalnya saya berpikir bahwa materi ini harus diakses setelah kita membelinya, karena pengajarnya sudah terkenal dan pasti untuk membuatnya memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Setelah saya pelajari, ternyata semua materi kursus ini diberikan secara gratis, namun di akhir pembelajaran akan ada ujian dengan standar minimal yang harus dipenuhi agar bisa mendapatkan sertifikat. Nah, sertifikat inilah yang dapat kita beli dengan harga IDR 250.000 jika Sobat membutuhkannya untuk keperluan portfolio. Kursus yang sudah saya jalani dan saya nilai sangat baik yaitu mengenai The Art of Startup yang dibawakan oleh Prof. Rhenald Kasali. Di dalam pembahasannya Sobat akan mempelajari banyak hal mulai dari hal mendasar bertumbuhnya bisnis digital yang bersifat Disruptive,  yaitu mengubah kebiasaan lama dengan menggunakan model bisnis yang baru. Secara garis besar pembagian materi dapat digambarkan sebagai berikut:

Pada kursus minggu pertama materi yang akan dibahas adalah mengenai “Introduction to Startup”. Materi minggu ini akan dibagi dalam 7 video kursus yaitu:
Video 1: Konsep Kewirausahaan
Video 2: Menciptakan Kesempatan
Video 3: Kegiatan Kewirausahaan
Video 4: Revolusi Secangkir Kopi
Video 5: Membaca Peluang
Video 6: Peluang dan Persiapan
Video 7: Disruption

Pada kursus minggu kedua materi yang akan dibahas adalah mengenai “The Step to Be Big”. Materi minggu ini akan dibagi dalam 6 video kursus yaitu:
Video 1: Model Bisnis
Video 2: Model Bisnis (2)
Video 3: Skema Model Bisnis
Video 4: Membedah Model Bisnis Airbnb
Video 5: Ekonomi Gotong Royong
Video 6: Membaca Peluang Dari Tren

Pada minggu ketiga ini kita akan membahas tentang "Startup is Sharing, Sharing is Caring". Materi di pekan ketiga terbagi dalam 6 video sebagai berikut:
Video 1: Manage Your Company Like Startup
Video 2: Being Disrupted
Video 3: Dilema Regulator
Video 4: Disruption Path
Video 5: Cara Menciptakan Pasar
Video 6: Mengenal Karakter Entrepreneur

Pada kursus minggu keempat materi yang akan dibahas adalah mengenai “Values, Not Only Product”. Materi minggu ini akan dibagi dalam 5 video kursus yaitu:
Video 1: Pengantar
Video 2: Sesi Wawancara: Good Willie Barbershop
Video 3: Sesi Wawancara: Grab Indonesia
Video 4: Sesi Wawancara: Data Analyst
Video 5: Sesi Wawancara: Kitabisa

Pada minggu kelima ini kita akan membahas tentang "The Entrepreneur Soul". Materi di pekan kelima terbagi dalam 7 video sebagai berikut:
Video 1: Born of Millenials
Video 2: Ciri-ciri Generasi Millenials
Video 3: Pola Pikir Millenials
Video 4: Learning Curve
Video 5: Makna Belajar
Video 6: Belajar Membaca Momentum
Video 7: Mengejar Makna

Pada minggu keenam ini kita akan membahas tentang "Keep The Startup Soul Alive". Materi di pekan keenam terbagi dalam 6 video sebagai berikut:
Video 1: Persepsi Baru Tentang Perbankan
Video 2: Borderless Mindset
Video 3: Mitos Seputar Startup
Video 4: Akses Permodalan Startup
Video 5: Mengelola Perusahaan Seperti Startup
Video 6: Memulai Startup

Bagaimana menarik bukan? kursus-kursus online seperti ini saya rasakan manfaatnya karena kita dapat mendengar langsung dari narasumber yang sudah berpengalaman dalam bidangnya. Dengan adanya kursus online yang dibawakan langsung dari sumber terpercaya, maka pemahaman kita akan lebih mendalam dan kita bisa memulai melakukan perubahan dalam memulai bisnis kita. Semoga pemaparan ini memberikan manfaat, dan tidak lupa juga sobat bisa mengakses dan mendaftar kursus online ini dari link berikut ini, Click Me

Sabtu, Juni 3

Karir Anda Berjalan di Tempat?

6 komentar
Apakah Anda merasa karir Anda tidak mengalami kemajuan? Apakah Anda merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan dan Anda bosan setiap kali berangkat bekerja? Apakah bos Anda merasa bahwa Anda ada dan apakah Anda benar-benar berupaya? Jika Anda menjawab tidak untuk sebagian besar pertanyaan, maka ini waktu yang tepat bagi Anda untuk mencoba sesuatu yang baru untuk meningkatkan karir Anda. Percaya atau tidak, promosi bukanlah hadiah atau pun keberuntungan. Memerlukan kerja keras dan usaha tanpa henti untuk mendapatkan promosi. Kemajuan teknologi, globalisasi, dan kehidupan yang bergerak cepat membuat hidup lebih keras untuk menjadikan diri menonjol diantara ribuan pekerja berkualitas. Akan tetapi, bukan berarti bahwa Anda akan menyerah, bukankan begitu? Maka, berikut saran-saran yang patut dicoba untuk bergerak menuju tangga karir yang lebih tinggi. 

Kenali tanggung jawab pekerjaan Anda 
Tidak semua orang tahu dengan baik tentang deskripsi pekerjaan yang harus mereka lakukan. Akibatnya, banyak pekerja tidak memiliki inisiatif bagaimana mereka harus melakukan tanggung jawab mereka dan beban kerja yang mereka tanggung dengan cara yang paling efektif. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menunggu perintah bos ketimbang melakukan semua sesuai dengan standar operasional pekerjaan mereka. Dengan demikian, sangat perlu bahwa pada saat pelatihan kerja, Anda bertanya sebanyak mungkin untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pekerjaan Anda. Mengetahui tanggung jawab menjadikan Anda pekerja yang bertanggung jawab. 

Rencanakan pekerjaan dan buat pengaturan waktu 
Kemudian setelah Anda mengetahui tanggung jawab, waktunya untuk membuat rencana. Tetapkan tujuan utama di catatan terpisah dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: Apa yang ingin Anda berikan kepada perusahaan melalui peran Anda? Bagaimana Anda mencapainya? Seberapa lama Anda mencapainya? Apa tujuan jangka pendek Anda? Apa tujuan jangka panjang Anda? 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan mengubah Anda menjadi sosok yang berbeda, seorang karyawan yang memiliki visi ke depan tentang pekerjaan dan perusahaan untuk masa depan yang lebih baik. 

Bina hubungan baik dengan setiap orang di departemen Anda 
Hubungan dengan karyawan lain adalah kunci lain keberhasilan di perusahaan. Jika orang tidak berhubungan baik dengan Anda, Anda akan dinilai sebagai karyawan yang tidak baik oleh rekan dan bahkan bos Anda menganggap Anda kurang dalam hal interaksi sosial. Maka, cobalah bersikap seperti peri berhati ramah setiap waktu. Senyum dan sapa semua orang, tawarkan bantuan kepada mereka, dan jadilah dermawan. Dengan cara ini, Anda akan dinilai sebagai orang yang ramah dan peduli kepada setiap orang sehingga mudah bagi Anda mendapatkan teman ketimbang mendapatkan musuh. 

Mulailah berkonsultasi dengan bos atau senior Anda 
Selain membina hubungan baik dengan setiap orang, mendekati bos atau senior Anda untuk mendapatkan saran-saran bukanlah ide yang buruk. Sangat dipercaya bahwa mentoring hubungan sangat membantu Anda untuk belajar lebih tentang pekerjaan Anda. Begitu Anda sudi melakukan mentoring, bos Anda melihat Anda sebagai seseorang yang mau belajar. Sangat mungkin pendekatan tersebut juga membuat Anda lebih dekat mendapatkan promosi. Akan tetapi, harus diingat bahwa Anda harus melakukannya secara profesional karena tentu saja Anda tidak ingin dituduh sebagai penjilat. 

Bersikap profesional setiap waktu 
Anda harus ingat untuk selalu bersikap profesional karena orang akan dengan mudah menilai kualifikasi Anda berdasarkan tindakan Anda. Pastikan untuk datang tepat waktu. Berpakaianlah dengan rapi dan profesional, gunakan riasan minimalis, dan jangan lupa untuk bercukur. Dan untuk kinerja Anda, upayakan menyelesaikan beban kerja sebaik mungkin tanpa cacat tepat waktu. Dan yang terakhir, cobalah bersikap pandai dan kritis dengan bertanya jika Anda bingung dan memastikan semuanya jelas sebelum melakukan pekerjaan. Melakukan tips-tips tersebut secara konsisten tentu akan meningkatkan posisi Anda diperusahaan.

Prev

PageRank

Free PageRank Checker
 


Debrian Ruhut Blog. © May 2009 - 2017 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner | Terms Of Service | Privacy Policy | Powered By Blogger |