Senin, September 24

Penyebab Utama Kemacetan Jakarta


Kamu Penggemar Buku Lang Leav dan Amari Soul? Cek buku terbarunya (Popular Book) "Memories" by Lang Leav, Love and Misadventure by Lang Leav (English Version), Reflections Of A Man by Mr. Amari Soul
loading...
Artikel Penting | Catatan Pengalaman | Tulisan Bebas - Artikel ini merupakan bentuk kekesalan dan emosi saya yang mungkin masih bisa dibendung, karena percuma saja kita marah-marah tanpa memberikan kontribusi yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Melalui artikel inilah saya akan berbagi pengalaman saya terkait kemacetan yang ada di Jakarta. Pertama-tama saya ingin memperkenalkan siapa diri saya dan bagaimana artikel ini harus dibaca dari sudut pandang yang berbeda.  Saya adalah seorang pengendara sepeda motor yang biasa melewati jalan –jalan ibukota khususnya dari Ps. Rebo Jakarta Timur ke arah Jl. Pramuka-Salemba. Untuk mencapai kantor, saya biasa melewati daerah condet lalu tembus ke PGC dan melanjutkan perjalanan melewati jalanan di bawah flyover tol arah rawamangun.

Sebagai pengendara motor yang kawakan (ceileh) saya sudah terbiasa mengambil “jalan potong” ini agar cepat sampai di kantor. Jalan ini lebih cepat ketimbang saya harus melewati Jl. Kramat Jati dengan berbagai aktifitas pasarnya, perempatan lampu merah garuda yang terkenal padat, serta daerah RS. Sukamto. Entah sudah berapa kali saya mencoba berbagai alternatif jalan dan membandingkan beberapa jalan tersebut dari segi waktu dan jarak. Uji coba tersebut kadang berbuah sial. Pernah suatu kali saya iseng mencari jalan tikus di daerah condet, menuju ke PGC, tidak taunya jalan malah tembus ke daerah pasar minggu di daerah taman makam pahlawan. Penting gak sih saya cerita ini? Penting banget, karena saya sedang berbicara dari sudut pandang seorang pengendara motor. :p

Oke, setelah saya amati dan resapi, berbagai penyebab kemacetan di jalanan Jakarta ini dapat dibagi menjadi beberapa faktor pemicu. Jangan salah menilai bahwa pendapat saya terlalu egois atau mungkin menyudutkan salah satu pihak. Yang jelas, saya membicarakan penyebab kemacetan ini dari sudut pandang pengendara motor yang tiap harinya merasakan debu dan knalpot jalanan.

(1) Metro Mini yang berhenti sembarang tempat. Sebagai motor-rider sejati, situasi yang satu ini mempunyai ciri tersendiri yang bisa membuat adrenalin pengendara motor meluap-luap. Bagaimana tidak? Metro mini yang body size-nya memakan hampir seluruh badan jalan dengan seenak perut sopir-nya berhenti mendadak demi mendapatkan penumpang, atau menurunkan penumpang. Kami masih bisa toleransi kalau si Metro Mini sedikit meminggirkan “kereta”-nya. Masih belum cukup dengan ukuran body, asap pembuangan yang bisa dipastikan Hitam Pekat, sangat mengganggu pengendara di belakangnya yang sedang menunggu si metro jalan.

(2) Angkot yang terkenal “Budeg”. Enggak di jalanan besar atau di jalanan kecil, kalau udah ada yang namanya angkot pasti jalanan gak tentram, buat pengendara motor. Kenapa saya bilang budeg? Hampir sama kasusnya sama metro mini, tapi kali ini si sopir bener-bener kayak orang budeg walau udah di klakson berkali-kali. Permintaan kami sederhana sebenarnya, Jangan suka Nge-tem di persimpangan jalan!

(3) Jalan sedang diperbaiki. Dikit-dikit jalanan digali, dikit-dikit jalanan digali, jalanan di gali kok dikit-dikit? Itulah Indonesia. Kalau gak gitu gak ada proyek katanya. Baru sebentar jalan dibolongin ada perbaikan kabel serat optik, selesai itu ditimbun, besoknya ada aja penggalian pipa air PAM. Belum selesai sampai disitu, gak lama setelah jalanan rapi, ada lagi galian lubang kabel PLN. Hidup penuh dengan gali lobang tutup lobang!

(4) Tukang Mie ayam, Gerobak pecel lele, dan tukang Es Cendol yang berlawanan arah jalan. Tiga diva yang mirip tapi beda karakter. Agak gak tega juga sih mau ngomongin ketiga tersangka ini, tapi mau gimana lagi? Kalau udah ketemu sama abang-abang yang dorong gerobak, udah deh, pengendara motor udah gak bisa berkutik. Dongkol sebenarnya, tapi gak enak, takut dianggepnya gak kasihan sama orang kecil. Tapi please deh, kenapa kalau dorong gerobaknya mesti ada di sisi kiri dan berlawanan arah jalan pengendara motor? -___-

(5) Si trouble maker pengendara motor alay.
Walau penyebab kemacetan kebanyakan dipicu oleh kendaraan roda 4, tapi ada juga sesama pengendara motor yang memicu macet. Bisa dibilang lulus SIM-nya hitam di atas putih, bukan karena skill (percuma ada program simulator kendaraan SIM, #eh?). Kami, pengendara motor sudah tidak asing lagi liat orang telpon-telponan sambil nyetir motor (bukan lagi naik motor sambil telpon-telponan). Masalahnya orang yang nelpon sambil bawa motor pasti lambat banget jalannya, udah jalanan sempit ditambah volume kendaraan yang padat. Kalian harus tahu moto pengendara motor itu yaitu, “Lebih Cepat Lebih Baik” jadi jangan ada kendaraan yang lambreto di jalanan. Lambat sedikit, klakson teriak. Jalanan itu keras bung! dari aspal gimana gak keras coba?

(6) Mobil Pribadi. Nah kan, jadi kena semua deh tokoh-tokoh kemacetan di jakarta. Tapi emang ini faktanya. Kendaraan pribadi roda 4 udah buanyak banget di Jakarta. Yang kami bingung, kenapa setiap ada mobil pribadi, isinya cuma si Sopirnya aja? Kalau dipikir-pikir, satu mobil pribadi sebanding dengan 5 motor. Buang-buang space jalanan aja nih mobil! Tapi kami juga maklum, karena mereka pasti sudah terbiasa dengan kenyamanannya walau harus rela bermacet ria. Cobalah gunakan mobil pribadi dengan lebih bijak.
Solusinya Mana? 
Solusi ini cuma sekedar pelengkap dari poin-poin masalah di atas. Sekali lagi, pendapat ini tidak bermasud membuat salah satu pihak bersalah. Kami juga menyadari keadaan ibukota memang sudah begini. Tapi coba kita pikirkan sejenak solusi terbaik untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta.
  1. Batasi penggunaan kendaraan roda 4, kecuali bila sangat dibutuhkan atau tidak bisa tidak harus menggunakan mobil pribadi. 
  2. Belajar rambu-rambu lalu lintas lebih serius. Aturan di jalanan dibuat bukan untuk kepentingan yang berwajib atau polisi, tetapi untuk kepentingan sesama pengendara kendaraan lainnya. Kalau masih ada yang hobinya telpon-telponan sambil naik motor, mending siap-siap aja dan jangan kaget kalau motor/mobil meng-klakson atau menegur Anda. Itu lebih baik dari pada ketahuan polisi dan di denda paling tinggi Rp. 750.000 atau kurungan max 3 bulan (UU No 22 tahun 2009 pasal 283)? hayo milih mana? Pasti milih “damai”… Zzzz 
  3. Pengaturan dan penindakan lebih tegas sopir metro mini dan angkot yang suka ngetem dan berhenti mendadak. Solusi yang ketiga ini saya “serahkan pada ahlinya” deh..ups, bukan slogan lagi loh, cuma mau bilang kalo ini tugasnya pemerintah untuk memberikan sosialiasi serta pengaturan angkutan umum di Jakarta, termasuk juga untuk urusan Gali Lobang Tutup Lobang jalanan. Yah, kita lihat saja nanti di pemerintahan Gubernur yang baru..hihihi
Sudah cukup saya rasa basa-basinya tentang kemacetan di Jakarta, saya juga harus cepat-cepat tidur malam ini, kalau gak besok pasti kesiangan dan terkena macet. Satu pesan saya untuk kemacetan Jakarta, You make us crazy man! – Salam bikers. Stay Calm and Peace.

Judul Artikel: Penyebab Utama Kemacetan Jakarta
Link URL : http://debrianruhut.blogspot.com/2012/09/penyebab-utama-kemacetan-jakarta.html
Jangan lupa untuk membagikan artikel Penyebab Utama Kemacetan Jakarta ini jika bermanfaat bagi sobat.

Debrian Ruhut says: Indonesian blogger, ten-fingers typist, pepsi hater, mommy cuisine lover, dog lover, and thank GOD a cum-lauder too :P ▬ You may share the article but don't forget to write the source link. No plagiarism please.
Next Prev Home
Pengunjung yang baik selalu memberikan Komentar. No Sara. No Spamming. Bersama, kita bangun blogger Indonesia lebih cerdas dan kreatif. Terima Kasih :)

2 komentar:

MOBIL YANG COCOK UNTUK INDONESIA

Pak Bos : “Dari membaca judul di atas itu kayaknya kamu paling tau aja soal mobil dan masalah negara lee… le, sopo to koen iku“

Mr. Choro: “Tenang pak bos, Indonesia adalah negara paling bebas dan demokratis sedunia, siapapun boleh nulis di dunia maya, gak ada yang mbatasi, gak peduli balungan kere atau balungan priyayi, siapa tahu masuk akal untuk menjadi solusi atas segala permasalahan bangsa ini, toh kenyataannya sekarang kita emang banyak masalah”.

Pak Bos : “Tema kita adalah dunia transportasi di Indonesia, terutama Jakarta dan kota-kota macet lainnya, Trus gimana solusimu tentang dunia pertransportasian di Indonesia”

Mr. Choro : Masalah transportasi Jakarta tidak bisa dipecahkan dengan pola pikir sempit dan jangka pendek pak bos, sebab keruwetan itu berpangkal dari dari masalah ketidakadilan pembangunan di negara kita.

Pak Bos : “Maksudmu?”

Mr.Choro : “Ya intinya untuk mengatasi permasalah bangsa ini termasuk dunia transportasi di Jakarta, kita harus berwawasan lebih luas dengan memandang seluruh kondisi geografis negara kita pak bos, seperti doktrin wawasan nusantara itu lho, yang sudah diajarkan kepada kita dahulu saat penataran P4. Para pendahulu kita sudah pinter-pinter sampai menelurkan konsep arah pembangunan. Kita saja yang tak mau melaksanakannya.”

Pak Bos : “Menurutmu Gubernur Jokowi dan Ahok akan mampu mengatasi kesemrawutan transportasi Jakarta?”

Mr. Choro : “Saya kok ragu-ragu pak Bos”

Pak Bos : “Lhadalah, sekarang gayamu mulai kementhus….meragukan kemampuan tokoh sekelas Jokowi-Ahok, Gubernur dan Wakil Gubernur paling demokratis pilihan murni dari rakyat”

Mr. Choro : “ Wah siapa yang meragukan Jokowi-Ahok pak bos, justru beliau adalah idola saya, beliau adalah sosok pimpinan yang mewakili harapan rakyat selama ini, sederhana, merakyat, transparan dalam birokrasi dan demokrasi, jujur, sosok yang sangat saya kagumi dan semoga menjadi cikal bakal lahirnya pemimpin-pemimpin sejati di masa depan”.

Pak Bos : Lha trus kok kamu meragukan kemampuannya?

Mr. Choro : “Begini pak Bos…. Kalau Jokowi – Ahok jadi Presiden ada kemungkinan mereka mampu mengatasi masalah Jakarta. Kondisi yang ada sekarang, dengan kewenangan sekelas seorang Gubernur, Jokowi – Ahok dituntut untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh mereka yang bukan warga Jakarta saja. Biang masalah di Jakarta itu datangnya dari mana-mana pak bos. Ada yang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, bahkan orang-orang seluruh Indonesia datang ke sana. Artinya seorang Gubernur disuruh mengurusi orang se negara, siapa yang mampu pak Bos…. Pak Bos mau… Jadi kepala keluarga tapi disuruh ngurusi warga satu RT? Mungkin Gubernurnya malaikat kali baru bisa….

Jika Jokowi – Ahok bisa mengatasi masalah Jakarta, saya yakin itu sifatnya sementara saja, contohnya jika suatu saat kemacetan sudah teratasi, saja jamin tak perlu waktu lama akan macet lagi, yang diakibatkan oleh para pendatang-pendatang baru yang selalu datang setiap saat apalagi waktu pulang mudik lebaran. Memimpin Jakarta era sekarang ibarat menguras sumur di musim hujan pak bos…. menguras energi tapi gak asat-asat (airnya habis)…

Masalah Jakarta sebagai center of Gravity Indonesia adalah masalah nasional yang harus diatasi oleh tokoh sekelas Presiden pak bos…. caranyapun bukan dengan memberikan solusi terhadap Jakarta setempat, melainkan dengan memandang ke seluruh Geografis Indonesia, sesuai Doktrin Wawasan Nusantara.

Pak Bos : Piye?

Mr. Choro : Break sik pak bos… kemeng nulise, ngopi n rokoan sik… mengko lanjut maneh…

@Mr. Choro: Terima kasih sudah memberikan komentar dan masukannya Mr. Choro, memang dilema harus berpikir secara makro disisi lain hal2 yang besar dimulai dari hal kecil..so, lakukan yg menjadi tugas kita dengan sebaik2nya, jalan hidup semua sudah ada yang mengatur, ya toh? salam komando.

Poskan Komentar

PageRank

Free PageRank Checker
 

Debrian Ruhut Blog. © May 2009 - 2016 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner | Terms Of Service | Privacy Policy | Powered By Blogger |